h1

Cara Mengarang yang Baik & Benar

November 24, 2009
Mencari2 surfing di belantara internet, akhirnya ada juga tips yang bagus ni, disampaikan oleh editor Gramedia Pustaka Utama, pastinya dah berpengalaman, tahu tulisan mana yang berbobot dan dapat naik cetak :-p

1. Bahasa Indonesia
Mari mulai dari yang bisa diukur: bahasa. Naskah yang baik memakai bahasa yang baik (tidak harus benar). Artinya kalimat-kalimatnya runut dan enak dibaca, “bersih”.

Tentu saja ejaan berperan besar. Dan klmt-klmt itu gk dsngkt-sngkat. Emangnya lagi nulis SMS? Ini kelemahan besar para remaja yang lagi dilanda demam wanna-be-writers. Lame excuse: kan ada editor. Hei, dengar ya, kerjaan editor itu more than just mbenerin ejaan, meskipun mbenerin memang ejaan itu part of our job. Kalau terlalu parah, tentu saja naskah akan ditolak mentah-mentah.

Next, kalimat. Banyak pengarang yang membuat kalimat berpanjang-panjang, membuat capek yang membaca. Hindari ini. Contoh sederhana: “Dia memukul adiknya tidak keras.” Kalimat ini tidak salah, tapi tidak efektif. Jauh lebih menyenangkan membaca: “Dia memukul pelan adiknya.”

Hindari juga tuturan yang terlalu “terjemahan”. Hari gini dengan serbuan berbagai bahasa asing lain (gak cuma Inggris), jadinya kalimat yang kita pakai sering kali bukan kalimat bahasa Indonesia.

2. Ide
Semua ide itu basi, yang baru adalah cara penyampaiannya. Yap, sialnya kita tidak hidup di abad ke-12, hari gini hampir segala hal udah ditemukan, semua cerita udah pernah dituturkan. Tapi gimana cara menuturkannya?

Balik lagi ke cerita cowok-cewek saling benci tapi akhirnya saling cinta, yang diungkit Siska di posting sebelum ini. Ya ampun, cerita itu udah seribu dua ratus ribu juta kali diceritain sepanjang sejarah. Atau cerita cowok-cewek saling cinta tapi ditentang keluarga. Mmm… inget Romeo dan Juliet? Tapi cerita-cerita begini bukannya gak bisa diceritakan ulang, bikin dong tokoh sempalan. Misalnya buat si Juliet punya oom yang membela dia, atau bikin si Romeo bingung karena ada Julia selain Juliet. Atau… atau… ada seribu atau lagi.

Atau kalau saklek mesti cerita Romeo-Juliet ditentang keluarga, bikin dong keluarganya funky, atau masokis. Atau… atau… dan sejuta atau lain. Be creative, gunakan sel abu-abu otakmu itu! Inti cerita boleh sama, polesannya harus beda.

Satu contoh TeenLit lama tapi baru yang bagus adalah TeenLit terjemahan: Sang Putri dan si Miskin/The Princess & the Pauper, karya Kate Brian. Dari judulnya saja ceritanya bisa ditebak, tapi apakah ceritanya jadi membosankan? Sebaliknya, ini salah satu TeenLit paling seru yang pernah gue baca.

Satu hal lagi tentang ide dan kreativitas ini: awal cerita. Masih inget gak waktu kita SD dulu disuruh mengarang? Mayoritas karangan akan diawali dengan “Pada suatu hari aku… (dst).” Karangan gue waktu SD dinilai bagus karena gue menghindari pakem “Pada suatu hari…” ini. Rupanya pakem ini sekarang bergeser ke “Kring… kriing… Beker berbunyi keras. Aku membuka mata. Oh, tidak! Sudah jam tujuh! Ibu, kenapa Ibu tidak membangunkanku?” Yap, dari 30-an naskah yang kami, para editor, baca tiap bulannya ada paling tidak 20 yang diawali dengan pakem itu. Walhasil, langsung saja ke-20 naskah “Kring-kring” itu kami buang. So, awalilah novel dengan sesuatu yang bombastis dan menarik. Ledakan bom, mungkin? Adegan putus? Adegan ciuman? Hehehe…

3. Penulisan
Mulai main feeling, artinya ini benar-benar pendapat gue pribadi dan agak susah dijelaskan secara faktual. Bagi gue, novel yang bagus adalah novel yang “bulat”. Ini istilah gue, dan gue bisa merasakan novel yang bulat dari beberapa bab awal yang gue baca. Bukan karena gue sakti ya, tapi kalo gue coba pikir, karena:·

- Tokoh-tokoh novelnya kuat membuat kita “kenal” mereka. Gimana sih tokoh yang “kuat” itu? Tokoh itu gambaran fisik dan karakternya jelas. Misalnya tokoh Raya dalam Rival, yang langsung kita tangkap sebagai cowok yang lumayan tangguh, tapi ada segi lembutnya juga. Atau tokoh Ira dalam Beauty and the Best yang model. Mudah sekali menangkap seperti apa sih tokoh-tokoh ini.

- Jalinan cerita (alur)-nya kuat, membuat kita ingin tahu apa yang akan terjadi selanjutnya
Beberapa naskah yang “bulat” dan sekali lirik langsung gue terima adalah Rival/Amalia, Beauty and the Best/Luna Torashyngu, dan Dokter, Pelukis, dan si Cowok Plin-Plan/Ken Terate. Ini novel-novel awesome dan gue bangga terlibat dalam “kelahiran” mereka.

Dari pengalaman gue sendiri dan tanya-tanya orang lain, novel-novel begini lahir setelah perencanaan matang. Alur cerita dipikirkan betul-betul, baru dituangkan. Kadang ada unsur “magis”-nya seperti “Cerita itu datang secara utuh ke diri gue”. Yap, gak bisa diterangkan dengan logis… hehehe… Tapi gue rasa dengan banyak latihan, unsur magis itu bisa dikikis. Selain itu persistensi, keukeuh mau menulis sampai selesai, “kebulatan” novel itu bisa dicapai juga.

4. Persiapan
Anyway, menurut gue, sebenarnya novel yang “bulat” itu juga dilahirkan dari:

Riset

- mengenai topik karangan
Seberapa jauh si pengarang mengenal topik karangannya? Apakah ada unsur kisah hidupnya dalam karangan itu? Kalau ada–misalnya Esti Kinasih yang mengambil gambaran masa SMA-nya dalam novel-novelnya–tentu lebih mudah untuk memberi gambaran yang hidup. Tapi kalau tidak? Cari tahu sebanyak mungkin, baik dari referensi bacaan maupun dari wawancara dengan orang yang tahu. Clara Ng melakukan wawancara ini untuk memberi gambaran yang hidup akan kawasan Glodok, Jakarta bagi novel Dimsum Terakhir.

- di luar topik karangan
Seberapa banyak buku yang sudah si pengarang baca? Bacalah sebanyak mungkin bahan, mau itu buku novel, nonfiksi, self-help, majalah, koran, bahkan koran sekelas Lampu Merah sekalipun. Bacaan yang kaya, meski tidak langsung menyinggung topik karangan, akan memberi warna pada karangan. Dan akan “memberitahu” pembaca seberapa deep si pengarang. Gaya menulis akan terpengaruh, dan pengarang akan tampil cerdas–ya karena dia memang cerdas dengan kekayaan bacaannya.

Guide book tentang mengarang
Oke, mengarang katanya gampang. BOHONG! Memang mengarang tidak segampang itu. Bahkan setelah kamu menghasilkan 100 halaman ketik di komputer, membuat karangan yang bagus tetap tidak gampang. Tapi seperti segala hal di zaman ini, ada berbagai guide book soal mengarang fiksi. Beberapa yang bisa dibaca adalah On Writing/Stephen King, Letters to Young Novelist/Mario Vargas Llosa, (lupa)/Ismail Marahimin à buku ini jadi pegangan kuliah Penulisan Populer di UI, covernya abu-abu dan bisa dibeli di toko buku kok. Dan meski tidak teknis tentang novel, tapi bisa memperkaya hidup: Letters to a Young Poet/Rainier Maria Rilke.

Coret-coretan
Saat search tentang Phillip Pullman, salah satu yang menarik bagi gue adalah betapa dia merasa Post-It penemuan modern yang sangat penting. Kenapa? Karena dia menggunakan Post-It untuk menulis alur serta adegan novelnya, lalu memindah-mindah Post-It tersebut sampai membentuk cerita yang sesuai yang keinginannya. Cara ini bisa disontek, atau ya paling gampang, temukan cara kamu sendiri. Mungkin dengan cut-paste di komputer? Mungkin dengan kertas buram? Biarpun bukan membuat alur yang saklek seperti diajarkan dalam pelajaran bahasa, tapi pengarang harus membuat coret-coretan.

Jadi, begitulah catatan gue yang tidak sempurna. Ini pengamatan dan pemikiran gue pribadi, dan… moga-moga berguna!

Donna Widjajanto
(Editor Gramedia Pustaka Utama)

http://forum.megaxus.com/index.php?topic=24782.0

30 comments

  1. Bagaimana cara menentukan tema dan isi novel itu???


  2. BOS KALO BOLEH CARA BUAT SEBUAH BUKU PENGETAHUAN GIMANA YA….TERUS BAGAIMANA SUPAYA BISA DITERBITKAN


    • sebetulnya si kalo sudah membaca artikel tersebut dah terlihat langkah2nya…..kalo ingin diterbitkan coba saja hubungi penerbit, tar dari sana akan ada pengarahan mengenai tata cara, tata bahasa, tata letak yang perlu disesuaikan dari segi komersial….smangattt


      • thank you ya… sudah kasih tau caranya mengarang yang baik & benar aku mau ngarang cerita yang berjudul “hariku” doain biar cepat selesai,bagus dan menarik


  3. mas..aku punya novel tpi gmna cra kirim kepenerbit..?
    trus,,,,
    aku juga bingung untuk menggambarkan suasana yng ada di pikiran ku..mohan tips nya..!!
    thanks…


    • sebenarnya baru kali ini aq tertarik dengan novel lalu kemudian aq ingin membuatnya , sudah mau jadi sihhhh tp minimal berapa lembar berapa sih dlm membuat novel , dan kalau sudah jadi gimana kirim ke penerbit nyaaaaaa???????


      • untuk minimal lembar yang harus dibuat sepertinya tidak ada aturan yang baku….untuk jelasnya coba survey ke percetakan, kantor penerbit, cari tau batas minimalnya berapa……sekaligus membuka luas jaringan relasi….


    • aku maw tnya gmana yaa cara novel dg baik.,?!
      dan gak ngebosenin..trz gmana klo novel itu adl pngalaman pribadi.,?!enyz.angga@yahoo.co.id


  4. berapa lembar sih minimalnya, orang membuat sebuah novel?


  5. kalau boleh tau,novel yang berbau teenlit itu baikny pke bhs baku to bhs remaja sh?thx


    • pada saat penulisan dalam mendeskripsikan lebih baik memakai bahasa baku, percakapan bisa dipergunakan dengan bahasa gaul…bukan berarti dibatasi dengan bahasa membuat antara cerita dengan pembaca mempunyai jarak yang lebar…tar gak bisa nyimak novelnya :-P…..semua disesuaikan dengan segmen yang akan dituju….


  6. jayakillah ,,,,,,,,,,,.


  7. makasih atas pemberitahuannya, kerenn…


  8. ka .. aku baru sekolah menengah pertama .. aku maau bangett bisa buat novel .. tapi ada yang kurang .. aku nga tau harus kirim kemana ! balesnya ke email aku ya ka ..

    thanks ..


  9. tips yang bagus,,,

    pingin juga nulis buku


  10. langkah nya ok juga tu mas…

    gmna cara nyempurnaaind novel g mas..
    tolong dibantu..
    maklum masiii sekolah menengah pertama..
    hihihi….


  11. Assalamualaikum wr…wb…
    Saya sudah punya cerita buat di jadikan novel tapi,di kirim kemana ya supaya bisa jual dan terkenal?maklum saya masih sekolah menengah pertama!:)


  12. Makasih banyak atas tips-tipsnya, Kak .


  13. hi kak maaf q ganggu aku cuma mau ? gimana sih cranya nuangin ide kedalam tulisan alnya aku kesulitan banget setiap kali mau nulis,setiap dapet 1 kalimat pasti terhenti karena aku ngerasa aneh dengan tulisan ku sendiri jujur kak aku dalam hal menempatkan tanda baca kurang begitu bisa. kak mohon bantuannya ya


  14. thanks buat sarannya………kalau sudah niat pasti ada saja ide yg akan didapat,,teruslah berimajinasi dan bermimpi…hohoho


  15. aku pengen banget buat novel , saat aku mau kasih ke guruku aku masih ragu – ragu dN taku ada yg salah , kalau berbicara ke kata pengantar itu isi nya apa aja yh ??


  16. bagaimana cara mengarang sesuatu yang ber judul sesuai dengan judull yg di berikan…..??


  17. gmn seech k’ cranx mengawali klimat dlm pmbuatn novel ????
    tlong djwab ea k’ !!!

    …. mkceaaaahhhhhh ………


  18. Reblogged this on kangmuklaz.


  19. tengks


  20. salam kenal ka, saya juga mau nanya.
    pertanyaannya sama sprt yg diatas, banyak org yang bisa bahkan sdh mahir menulis sebuah buku baik itu novel ataupun buku pengetahuan ataupun buku lainnya. tapi masalahnya susah untuk menerbitkannya ?… bgmn caranya kak, mohon dibantu. thanks.

    Note : jawabnya via email ya kak ^_^


  21. aku udah punya novel, tapi aku belum yakin kalau novel itu pantes maupun sempurna untuk dibaca, gimana cara nyempurnain novel itu terutama aku bingung tentang tata letak kalimat setelah kalimat langsung atau pembicaraan dituturkan oleh tokoh dalam novel.


  22. Sangat membantu,kalo cara nyempurnain novelnya gimana?



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: