h1

SENMI UBL 5 AGUSTUS 2010

August 12, 2010

Berkolaborasi dengan saudara tercinta, publish di Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu (SENMI) Universitas Budi Luhur.

PENGGUNAAN OBJEK PUSTAKA (OBJECT LIBRARY)

PADA BAHASA PEMROGRAMAN JAVA

Windu Gata 1, Grace Gata2

Universitas Budi Luhur, Jakarta,  Jl. Raya Ciledug, Petukangan Utara, Jakarta Selatan 122601,2

Email : windu_gata@yahoo.com1, gatasmara@gmail.com2

Abstrak

Sejak pertama kali diperkenalkan pertama kali, Bahasa Pemrograman Java yang mempunyai nama awal “OAK” ditahun 1991, mempunyai moto “Write Once, Run Everywhere”  atau cukup melakukan penulisan kode sekali dapat berjalan dimana saja. Moto tersebut bukan hanya bebas menggunakan perangkat keras atau Sistem Operasi, melainkan berbagai platform tampilan, seperti console, desktop (swing), web, applet dan perangkat bergerak (mobile). Keistimewaan bahasa pemrograman Java tersebut belum digunakan secara maksimal oleh para praktisi Teknologi Informasi, sehingga konversi sistem aplikasi, khususnya penggunaan banyak tampilan masih menjadi sebuah dilema yang harus dipecahkan dengan mengembangkan penggunaan Object Library pada bahasa pemrograman Java untuk lebih memberikan hasil yang diinginkan.

Kata kunci : Java, OOP, View, Controller, Boundary.

PENDAHULUAN

Bahasa Pemrograman Java merupakan proyek rahasia bernama “Green Project” dari Sun Microsystem dipimpin oleh  James Gosling di Sand Hill Road – Melo Park yang secara teknis terputus dari perusahaan SUN dan dikerjakan selama 18 bulan lamanya.

Konsep desain analisa berorientasi objek (Object Oriented Analyst Design) pemrograman berorientasi objek (Object Oriented Program) didukung penuh oleh Bahasa Pemrograman Java, seperti penggunaan banyak tampilan view (tampilan) dengan satu  controller (kelas kontrol).

Saat ini umumnya pengembang program akan kesulitan untuk melakukan konversi dari tampilan desktop ke aplikasi web ataupun sebaliknya. Pada kasus ini seringkali pengembang aplikasi melakukan pengkodean ulang dari awal, akibatnya membutuhkan waktu, sumber daya, dan dana yang tidak sedikit serta pemeliharaan yang lebih sulit.

Kasus tersebut dapat diminimalkan dengan penggunaan kelas kontrol yang difungsikan sebagai objek library di sebuah project pembuatan aplikasi pada bahasa pemrograman Java.

a. Pembuatan  Objek Pustaka (Library) Pada Ruang Bangun Persegi Panjang

 

Sebuah objek merupakan benda nyata atau abstrak yang mengandung informasi(atribut yang menjelaskan objek itu sendiri) dan methods yang dapat memanipulasi informasi atau objek itu sendiri  [MC Graw Hill, Object-Oriented Analyst & Design, 9].

Salah satu kriteria objek adalah komponen perangkat lunak yang dapat digunakan kembali (Reusesable) berdasarkan penggunaan model dari dunia nyata. Kriteria objek terdiri dari penamaan, properti atau atribut, dan kebiasaan atau metode [Deitel Deitel, Java How To Program 5th Edition, 19] atau dengan kata lain apabila sistem telah terimplementasi bukanlah sekedar pengetahuan bagai sistem tersebut didesain dan diimplementasikan, tetapi objek tetapi dapat digunakan setelah projek telah selesai [MC Graw Hill, Object-Oriented Analyst & Design, 9].

Pada UML  (Unified Modelling Language) terdapat model gambar yang dapat digunakan untuk menjelaskan sebuah objek, yaitu Kelas (Class Diagram) dimana setiap objek disebut dengan kelas dan tergambarkan nama, kepemilikan(properties) dan kebiasaan (behaviour atau method ) .

 

Gambar 1. UML-Class Diagram PersegiPanjang

Sebagai contoh penggunaan objek adalah objek persegi panjang yang merupakan suatu ruang bangun 2 (dua) dimensi yang mempunyai nama PersegiPanjang (Gambar 1), dengan  properti panjang dan lebar, serta beberapa metod yaitu :

  1. Method untuk pemberian nilai panjang (setPanjang(int Panjang)).
  2. Method untuk mendapatkan nilai panjang (getPanjang()).
  3. Method untuk memberikan nilai lebar (setLebar(int lebar)).
  4. Method untuk mendapatkan nilai lebar (getLebar()).
  5. Method untuk mendapatkan nilai luas (getLuas()) yang merupakan hasil dari perkalian panjang dan lebar.
  6. Method untuk medapatkan nilai keliling (getKeliling()) yang merupakan hasil dari 2 dikalikan hasil penambahan dari panjang dan lebar.

Kelas atau objek PersegiPanjang yang telah terdesain dapat dituliskan berupa program, yaitu PersegiPanjang.java, seperti yang telihat pada gambar 2. Kelas PersegiPanjang tersebut akan digunakan sebagai kelas kontrol yang akan difungsikan sebagai Objek Pustaka yang dapat digunakan kembali .

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2. Konversi Kelas PersegiPanjang ke program PersegiPanjang.java

 

HASIL DAN PERANCANGAN

a. Penerapan Multi Tampilan Menggunakan 1 (satu) Kelas Kontrol PersegiPanjang sebagai Objek Pustaka.

 

Pada bahasa pemograman java, yang sesuai  dengan motonya “Write Once Run Everywhere”, memungkinkan dengan menggunakan  kelas kontrol (controller) yang mempunyai berbagai jenis tampilan(boundary) yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan, yaitu :

1. Console

Tampilan Console Merupakan aplikasi yang didesain untuk menggunakan teks sebagai tampilan, sebagai contoh terminal, Command line dari Sistem Operasi. [http://en.wikipedia.org/wiki/Console_application, 28 Desember 2009].

2. Desktop atau GUI (Graphical User Interface)

GUI merupakan tipe sebuah tampilan pengguna (user Interface) yang memperbolehkan pengguna lebih dari sekedar pengetikan. Penggunaan gambar icon, indikator visual, tombol perintah yang penuh dengan informasi dan aksi yang dapat digunakan oleh pengguna. [http://en.wikipedia.org/wiki/Graphical_user_interface, 28 Desember 2009].

3. WEB (WWW – World Wide Web)

Tampilan Web merupakan sebuah sistem yang merupakan hubungan dari dokumen hipertext yang digunakan pada internet (atau intranet). Dengan menggunakan sebuah aplikasi peselancar web (Web Browser), seseorang dapat melihat sebuah halaman web yang mengandung teks, gambar, video dan multimedia lainnya dan ternavigasi menggunakan  hyperlinks.

[http://en.wikipedia.org/wiki/World_Wide_Web, 28 Desember 2009].

4. Applet

Merupakan sebuah aplikasi kecil yang memungkinkan melakukan pekerjaan secara spesifik, terkadang berjalan pada program yang mempunyai perangkat tambahan (plugin). Umumnya penggunaan applet dibuat menggunakan bahasa pemrograman Java yang dapat dijalankan pada halaman HTML.

[http://en.wikipedia.org/wiki/Applet, 28 Desember 2009].

5. Perangkat Bergerak (Mobile)

Perangkat bergerak atau Mobile Computing merupakan sebuah istilah yang mendeskripsikan sesorang dapat menggunakan teknologi bergerak sebagai portable computers. Contoh perangkat bergerak adalah telpon genggam.[http://en.wikipedia.org/wiki/Mobile_computing, 28  Desember 2009].

Apabila menggunakan perangkat  Sequence Diagram yang terdapat pada UML (Gambar 3), digambarkan bagaimana aktor atau pengguna dapat membuka tampilan input data, dan dapat melakukan kegiatan input nilai panjang dan lebar, kemudian hasil dari nilai panjang dan lebar tersebut kemudian diolah oleh kelas kontrol PersegiPanjang untuk mendapatkan nilai luas serta keliling dari ruang bangun persegi panjang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 3.UML- Sequence Diagram PersegiPanjang

Boundary FrmPersegiPanjang pada gambar 3 dengan berbagai model tampilan dapat mengakses kelas kontrol PersegiPanjang seperti yang terlihat pada gambar 4.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 4. UML –  Boundary dengan berbagai Tampilan

Agar kelas kontrol PersegiPanjang tersebut dapat digunakan dalam berbagai tampilan dalam bahasa pemrograman Java, kelas tersebut ditempatkan kedalam project library yang berisikan objek pustaka sebagai contoh Rumus. Hasil kompilasi program kemudian arsipkan kedalam sebuah jar (Java Archive) menjadi Rumus.jar  yang dapat digunakan kembali oleh project lainnya, seperti Project Console, Project Desktop, dan Project Web  (Gambar 5).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 5. Penggunaan Kelas Kontrol pada Project Library.

Contoh tampilan yang dihasilkan dengan menggunakan kelas kontrol PersegiPanjang adalah sebagai berikut :

  1. Console

Gambar 6. Tampilan Console

2. Desktop/ GUI

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 7. Tampilan Desktop

3. Applet

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 8. Tampilan Applet

4. Web

 

 

 

Gambar 9. Tampilan Web

Untuk aplikasi perangkat bergerak (mobile) tidak dapat secara langsung digunakan dan mempunyai banyak keterbatasan, karena Java Runtime yang digunakan pada komputer tidaklah sama dengan perangkat bergerak (Mobile). Java Runtime yang digunakan pada komputer ada JVM sedangkan pada perangkat bergerak adalah KVM, sehingga program yang telah dibuat harus dikompilasi pada simulator J2ME yang sesuai dengan KVM sehingga dapat di jalankan pada perangkat mobile.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 10. Penggunaan Kelas Kontrol pada Project Library Mobile.

Contoh hasil tampilan mobile :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 11. Tampilan Mobile

Memang saat ini J2ME masih banyak dengan kekurangan, tetapi melihat perkembangan industri perangkat bergerak pada saat ini yang sangat pesat, memungkinkan suatu saat sebuah perangkat bergerak mempunyai sistem operasi yang digunakan pada komputer pada umumnya serta processor yang mempunyai kecepatan yang sama.

b. Keuntungan Penggunaan Objek Pustaka

Penggunaan objek pustaka merupakan sebuah solusi kedepan dalam membangun sebuah perangkat lunak untuk mengatasi perubahan (re-engineering) atau kebutuhan penggunaan tampilan yang berbeda.

Ada 2 (dua) kata kunci yang harus diterapkan dalam perubahan atau evolusi perangkat lunak (re-engineering) adalah

1. Mengurangi Resiko (Reduced Risk)

Terdapat sebuah resiko yang tinggi pada saat perangkat lunak di kembangkan ulang, kesalahan mungkin berasal dari spesifikasi sistem, atau pada saat pengembangannya. Keterlambatan mengakibatkan kehilangan atau penambahan biaya.

2. Mengurangi Biaya (Reduced The Cost).

Biaya  atas pengembangan ulang secara signifikan kurang dari  pembuatan perangkat lunak yang baru tetapi kemungkinan biayanya dapat melebihi dari perangkat lunak baru.

[Addison Wesley, Sommerville, Software Engineering, Edisi ke 7, 501]

 

Pada umumnya perubahan tampilan mengakibatkan pembuatan aplikasi dari awal secara total dan mempunyai efek resiko yang besar dan biaya yang sangat besar, tetapi menggunakan objek pustaka dalam bahasa pemrograman Java dapat mengurangi resiko dan biaya tersebut, yaitu dengan melakukan perubahan pada program tampilan tanpa harus merubah kelas kontrol atau objek pustaka, begitupula apabila terdapat perubahan pada logika bisnis dari sistem maka cukup merubah pada objek pustaka tanpa harus merubah seluruh tampilan.

Dari segi prinsip dependensi sistem aplikasi yang terdiri dari :

  1. Availibility (Keberadaan)

Keberadaan dari sistem merupakan kemungkinan bahwa sistem tersebut dapat berjalan dan dapat memberikan kegunaan yang bermanfaat pada saat kapanpun

2. Reliability (Kelayakan)

Kelayakan sistem adalah kemungkinan, pada masa tertentu, bahwa sistem akan memberikan pelayanan yang benar seperti yang diharapkan pengguna.

3. Safety (Aman)

Kemampuan sistem yang dapat berjalan tanpa menimbulkan kerusakan terhadap orang dan lingkungannya.

4. Security (Keamanan)

Kemampuan sistem untuk melindungi diri sendiri dari kerusakan atau serangan.

[Addison Wesley, Sommerville, Software Engineering, Edisi ke 7, 48]

Dari keempat prinsip tersebut objek pustaka pada bahasa pemrograman Java memungkinkan untuk digunakan pada berbagai sistem operasi ataupun bentuk tampilan serta  dapat memberikan pelayanan secara tersendiri ataupun bersamaan kepada pengguna.

Sedangkan dari sisi rasa aman dan keamanan dapat di-enkapsulasi pada objek pustaka, sehingga sistem lebih tangguh tanpa menggangu aktivitas pengguna atau lingkungan dari sistem.

KESIMPULAN

Penggunaan objek pustaka pada bahasa pemrograman Java yang dapat menyesuaikan kebutuhan tampilan merupakan sebuah solusi bagi pengembang perangkat lunak untuk mengembangkan sistem aplikasi yang serba bisa, layak, aman dan mempunyai  proteksi diri dan dapat mengurangi resiko dan biaya yang diakibatkan atas perubahan tampilan.

Sebagai contoh pada implementasi sistem aplikasi adalah sebagai berikut : tingkat admin komputer dapat menggunakan tampilan console, sedangkan pada tingkat operasional aplikasi dapat menggunakan tampilan desktop, sedang pada tingkat cabang dan pimpinan serta pelanggan dapat menggunakan tampilan web dalam menjalankan aplikasi.

Penggunaan tampilan mobile dapat digunakan untuk para pengguna atau pimpinan yang selalu bergerak dan menggunakan perangkat bergerak. Semua bentuk tampilan tersebut tidak mengganggu sama tidak mengganggu satu sama lain sehingga  nyaman bagi pengguna.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Osborne/MC Graw Hill, Haigh, Object-Oriented Analisis Desain, 2001.

[2] Deitel Deitel, Java Programming, Edisi ke 5, 2003.

[3] Addison Wesley, Sommerville, Software Engineering, Edisi ke 7, 2004.

[4] Java, diakses tanggal 18 Mei 2010 dari, http://www.sun.com

[5] Java, diakses tanggal 18 Mei 2010 dari, http://www.java.com

[6] Wikipedia, diakses tanggal 18 Mei 2010 dari, http://en.wikipedia.org/

%d bloggers like this: