h1

Sinaptika UMB 2 Agustus 2010

August 12, 2010

Inilah karya pertama yang berhasil diluncurkan dalam Seminal Nasional Pengaplikasian Telematika (SINAPTIKA) yang diadakan oleh Universitas Mercu Buana….

Penentuan Jaringan Komunitas Sosial Online Yang Mendukung Pelaksanaan Promosi Pendidikan Dengan Menggunakan Pendekatan Analytical Hierarchy Process-AHP

Grace Gata

Abstrak

Kajian yang dilakukan dalam penelitian ini mengenai penentuan jaringan komunitas sosial online yang mendukung pelaksanaan promosi pendidikan. Hal ini perlu dilakukan agar promosi pendidikan yang dilakukan selama ini secara konvensional dapat ditunjang dengan promosi melalui jaringan komunitas sosial online sebagai alternatif yang mempunyai potensi yang sangat besar dalam menyebarluaskan informasi produk pendidikan. Teknik analisa dalam menentukan bobot prioritas alternatif yang hendak dilakukan menggunakan pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP), yang dikembangkan Dr. Thomas L. Saaty dari Wharton School of Business. Sebagai ruang lingkup penulisan penelitian dilakukan penelitian pada jaringan komunitas sosial Facebook, Friendster dan Twitter.

Kata kunci: Promosi, Jaringan Komunitas Sosial Online, Analytical Hierarchy Process, Komunitas Online, Jaringan Sosial.

I.            PENDAHULUAN

Suatu bentuk produk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah internet yang berkembang pesat di penghujung abad 20 dan di ambang abad 21. Kehadirannya telah memberikan dampak yang cukup besar terhadap kehidupan umat manusia dalam berbagai aspek dan dimensi.

“When computer and communications technologies are combined, the result is information technology, or “infotech”. Information technology is a general term that describes any technology that helps to produce, manipulate, store, communicate, and/or disseminate information”. [Wikipedia]

Teknologi informasi merupakan suatu sarana dalam menunjang penyebaran informasi yang cepat, membantu dalam produksi, manipulasi, penjualan dan komunikasi. Seiring dengan perkembangan tersebut membuat para pengarung internet yang mempunyai minat yang sama membuat suatu jaringan komunitas sosial online sehingga dapat memberikan tempat untuk saling berinteraksi antar sesama.

Melihat trend dari Jaringan Komunitas Sosial Online yang banyak dijumpai di internet dengan kecenderungan dalam berkomunikasi maya, telah banyak merubah pola berinteraksi antar individu sehingga segala informasi dapat tersebar dengan cepat dan luas di dalam Jaringan Komunitas Sosial Online tersebut sehingga memberikan nilai lebih bagi promosi pendidikan.

Pemilihan media promosi haruslah tepat untuk dapat mencapai target yang diinginkan sehingga dapat meningkatkan jumlah mahasiswa baru yang masuk untuk melanjutkan pendidikan di suatu universitas. Promosi konvensional telah dilakukan pada saat ini oleh Universitas Xyz dalam mempromosikan produk pendidikan terdiri dari : Media elektronik (TV, Radio, dan sejenisnya),  Media Cetak (Koran, Tabloid, dan sejenisnya), Event-event reguler (berupa bazzar/pameran, festival dan sejenisnya).

Yang diinginkan untuk promosi pendidikan dapat mempergunakan jaringan komunitas sosial online yang  memang belum ada yang melakukan pengkajian sehingga dapat lebih meningkatkan promosi pendidikan menjadi lebih maksimal dan dapat saling melengkapi antara promosi konvensional dengan promosi online yang mempergunakan jaringan komunitas sosial online.

a. Identifikasi Masalah

Setelah mengetahui kenyataan mengenai kebutuhan dalam memberikan informasi untuk promosi pendidikan, maka diidentifikasikan adanya hal-hal yang melatarbelakangi penulisan penelitian ini sebagai masalah penelitian, yaitu perlu diketahui faktor-faktor yang dapat mendukung jaringan komunitas sosial online sebagai media promosi pendidikan di Universitas Xyz.

Pada penelitian ini dilakukan penelitian mengenai kriteria, sub-sub kriteria dalam menentukan Jaringan Komunitas Sosial Online dan alternatif-alternatif yang berpengaruh dalam pengambilan keputusan berdasarkan sejumlah kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Teknik analisa menggunakan pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP), dengan alat bantu program aplikasi Expert Choice 2000. Sehingga nantinya diharapkan dari hasil penelitian akan mendapatkan gambaran yang konkrit dalam memecahkan permasalahan tersebut.

b.   Batasan Masalah

1).  Meneliti semua teknik promosi pendidikan yang memungkinkan namun dengan batasan tenaga, waktu dan biaya, maka penelitian ini hanya dibatasi dengan promosi pendidikan melalui fasilitas Jaringan Komunitas Sosial Online.

2).  Penelitian dilakukan hanya terbatas di lingkungan Universitas Xyz.

3).  Jaringan Komunitas Sosial Online yang diteliti hanya dibatasi dengan 3 (tiga) jenis Jaringan Komunitas Sosial Online, yaitu : Facebook, Friendster dan Twitter.

4).  Pendekatan yang digunakan untuk penelitian adalah dengan menggunakan pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP).

5). Cakupan responden yang diikutsertakan dalam penelitian adalah mahasiswa aktif yang kuliah di Universitas Xyz.

c.   Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan alternatif dalam berpromosi agar dapat lebih memperluas cakupan media promosi sehingga dapat meningkatkan minat untuk meneruskan pendidikan serta menentukan jaringan komunitas sosial online yang mendukung promosi pendidikan di Universitas Xyz.

d.   Review Penelitian

Penelitian yang dilakukan mengenai Jaringan Komunitas Sosial Online memang sangat menarik untuk dibahas, berikut penelitian yang dilakukan :

  • Community Structure in Online Collegiate Social Networks (2008)

Penelitian yang dilakukan oleh Amanda L Traud, Eric D. Kelsic, Peter J.Muncha dan Mason A Porter” dari Universitas California Amerika Serikat yang membahas struktur keseluruhan dari jaringan komunitas sosial Facebook yang menyebar berupa titik atau node di lima universitas yang digambarkan dengan memakai prinsip algoritma. Menganalisa struktur komunitas yang digunakan dalam mempelajari  jaringan sosial online di universitas dan mengambil kesimpulan yang menarik mengenai hal yang secara jelas terbentuk dari pembangunan komunitas dalam berkomunikasi. Berbagai macam ukuran dalam membandingkan secara algoritma yang mengidentifikasi komunitas di jaringan facebook dihasilkan dengan membentuk kelompok secara individual menjadi identifikasi karakteristik.

  • Characterizing User Behavior in Online Social Network

Penelitian yang dilakukan oleh Fabricio Benevenuto, Tiago Rodrigues, Meeyoung Cha dan Virgilio Almeida , Germany membahas mengenai kebiasaan dari pengguna Jaringan Sosial Online yang menyatakan bahwa Jaringan Sosial Online menjadi sangat populer. Merupakan media sosial yang telah menyingkirkan email sebagai posisi yang paling teratas dalam aktifitas ber-online. Lebih dari sepertiga populasi dunia online berkunjung dan ikut bergabung ke dalam Jaringan Sosial Online. Menyajikan tampilan statistik yang menunjukkan bahwa Jaringan Komunitas Online telah menjadi suatu bagian yang fundamental dalam pengalaman ber-online secara global.

  • Trend periklanan menggunakan situs jejaring sosial [social network sites],  situs Facebook

Pada tahun 2009, Javan Herdamang Fajrin dari Fakultas Ekonomi Universitas Lampung dengan judul melakukan penelitian mengenai penggunaan Jaringan Komunitas Sosial Online sebagai salah satu alat promosi, yaitu dengan menggunakan iklan. Periklanan sangat esensial bagi pemasaran karena melalui periklanan konsumen dapat mengetahui produk yang diinginkan dan produsen dapat memperkenalkan produk yang mereka tawarkan. Periklanan melalui situs-situs jejaring sosial lebih disukai karena adanya interaksi komunitas didalamnya yang dapat menjadi alat promosi secara tidak langsung. Kepraktisan mengakses informasi detail juga merupakan nilai benefit lain dari periklanan via situs ini. Dengan banyaknya pengakses dan pengguna maka berpromosi di situs jejaring sosial dianggap lebih efektif.

  • Reflections on Friendster, Trust and Intimacy (2003),

Menurut Danah Boyd, dalam penelitiannya Friendster adalah suatu website yang mengijinkan seseorang secara tegas mengartikulasikan jaringan sosial mereka, menghadirkan diri mereka lewat sebuah profile, saling membuat testimonial dan melihat-lihat jaringan yang ada untuk mencari teman maupun saudara dimanapun berada.              Bagaimana kebiasaan dalam berhubungan dan berinteraksi berubah secara mendasar. Dengan menggunakan jaringan komunitas online dapat menolong orang banyak dalam bersosialisasi.

  • Why We Twitter : Understanding Microblogging Usage and Communities

Penelitian yang dilakukan oleh Akshay Java, Tim Finin, Xiaodan Song dan Belle Tseng dari Universitas Maryland Baltimore Amerika Serikat. Meneliti Twitter sebagai mikroblogging yang populer telah tumbuh dengan pesat semenjak diluncurkan di bulan Oktober 2006. Dalam paper ini diteliti mengenai fenomena yang berkembang dengan mempelajari topologi dan geografi dari jaringan sosial online twitter. Ditemukan bahwa microblogging tersebut paling sering digunakan untuk memberikan informasi mengenai aktifitas sehari dan untuk mencari dan membagi informasi. Akhirnya menganalisa seberapa besar perhatian dari level komunitas dan menunjukkan bagaimana pengguna mempunyai perhatian yang sama terhadap yang satu dengan yang lain.

e. Pola Pikir

Pola Pikir dalam menentukan Jaringan komunitas sosial online yang mendukung dalam pelaksanaan promosi dapat dilihat sebagai berikut :

Gambar 1. Pola Pikir

Dalam Gambar 1, diperlihatkan Pola Pikir yang  menggambarkan proses Penentuan Jaringan Komunitas Sosial Online Yang Mendukung Pelaksanaan Promosi Pendidikan. Bagian penting dari penelitian ini adalah proses penentuan kriteria, sub kriteria dan alternatif. Agar tidak terjadi inkonsistensi pada pembuatan model, maka dilakukan Focus Group Discussion (FGD) dengan para responden untuk menentukan tahapan pembuatan model yang valid dengan elemen-elemen signifikan yang berpengaruh pada model. Hasil yang diperoleh adalah kriteria-kriteria signifikan, sub-sub kriteria signifikan, dan alternatif-alternatif signifikan yang membentuk proses penentuan jaringan komunitas sosial online yang mendukung pelaksanaan promosi pendidikan.

Pengolahan data responden dalam FGD ini, diolah dengan menggunakan metode statistik conchrant Q test. Metode ini menggunakan pendekatan iterasi di mana atribut-atribut yang tidak layak melalui proses analisis dieliminasi sehingga atribut-atribut yang tertinggal benar-benar atribut-atribut yang penting untuk diteliti.

Untuk analisis Penentuan Jaringan Komunitas Sosial Online selanjutya diolah dengan menggunakan aplikasi Expert Choice sehigga didapatkan Jaringan Komunitas Sosial Online yang mendukung pelaksanaan promosi pendidikan.

f. Hipotesis

Diduga Alternatif Jaringan Komunitas Sosial Online Facebook menjadi prioritas yang mendukung pelaksanaan promosi pendidikan di Universitas Xyz.

II.            METODOLOGI PENELITIAN

Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan survei. Penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai proses pemecahan masalah yang diselidiki dengan memberikan bobot pada kriteria, subkriteria dan alternatif pada obyek penelitian.

Penelitian dikembangkan dengan melakukan beberapa tahapan yaitu:

1)    Akusisi Kebutuhan

Pada fase ini diawali dengan pengamatan akan Tampilan, Fasilitas yang disediakan dan kepopuleran dari Jaringan Komunitas Online.

2)    Akuisisi Pengetahuan

Pada proses ini, peneliti mencari data sekunder dan fakta yang ada di lapangan melalui berbagai media, seperti internet, buku dan artikel. Hal ini dilakukan untuk mendapat gambaran yang akurat, terutama informasi dan pengalaman dalam memberikan masukan alternatif penentuan Jaringan Komunitas Sosial Online.

3)    Identifikasi Sistem

Pemikiran yang matang sangat diperlukan pada proses penentuan Jaringan Komunitas Online yang mendukung pelaksanaan promosi pendidikan. Analisa yang tepat terhadap kondisi dan kebutuhan teknologi informasi yang sesuai perlu dilakukan dengan mempertimbangkan variabel-variabel yang mendukung proses penentuan. Untuk mendapatkan analisa yang tepat, diperlukan masukan berupa wawancara dan pemberian kuesioner kepada pakar. Hal ini penting dilakukan agar model yang akan dibuat dapat dipertanggungjawabkan dan akurat.

4)    Pengolahan Data

Hasil wawancara dengan responden yang terkait dijadikan data yang selanjutnya diolah dengan menggunakan pendekatan proses hierarki analitis (AHP), untuk mendapatkan hasil berupa langkah-langkah pengambilan keputusan yang harus dilakukan  pada proses penentuan Jaringan Komunitas Sosial Online yang mendukung pelaksanaan promosi pendidikan. Keputusan yang diperoleh segera ditindaklanjuti berupa tindakan atau dapat pula dikaji ulang bila ternyata diperoleh informasi baru yang mempengaruhi hasil untuk mengurangi ketidak pastian, sehingga diperoleh keputusan yang baru.

a. Metode Pemilihan Sampel

Dalam penelitian ini, data dan informasi untuk riset pendahuluan yang dikumpulkan dari responden ahli, berjumlah 5(lima) orang ahli yang terdiri dari 1. Kepala Biro Promosi dan Kerjasama, Humas, Registrasi Universitas Xyz, 2. Kepala Bagian Kehumasan dan kerjasama Universitas Xyz beserta 3 staf Biro Promosi dan Kerjasama, Humas, Registrasi Uniersitas Xyz. Untuk penelitian utama para responden yang dituju adalah para mahasiswa aktif yang kuliah di Universitas Xyz berjumlah 30 (tiga puluh) orang. Penelitian dengan menggunakan teknik wawancara dan pengamatan yang dilakukan pada 3 Facebook, Friendster dan Twitter.

b. Metode Pengumpulan Data

Proses pengumpulan data dimulai dengan mencari data primer, dengan melakukan survei sesuai dengan kebutuhan dan kondisi yang ada. Pada saat yang bersamaan peneliti juga mencari data sekunder guna memperkaya pengetahuan dan literatur.  Setelah data yang diperoleh memadai, maka peneliti melakukan analisa kebutuan dan membuat model dalam bentuk kuesioner. Selanjutnya kuesioner ini diberikan kepada beberapa responden yang terkait, yaitu para mahasiswa aktif yang kuliah di Universitas Xyz.

Tahap akhir dari penelitian ini adalah melakukan pengolahan data yang ada dengan pendekatan proses hierarki analitis (AHP) untuk merumuskan masalah dan mendapatkan peringkat alternatif-alternatif yang akan dilakukan untuk menentukan Jaringan Komunitas Sosial Online yang mendukung pelaksanaan promosi pendidikan.

III. HASIL DAN PERANCANGAN

Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner melalui dua tahap. Pada tahap awal untuk penelitian pendahuluan dilakukan kuesioner dengan pendekatan Focus Discussion Group (FGD), untuk menentukan elemen-elemen yang signifikan pada masing-masing level dimulai dari level I untuk penentuan kriteria, level II untuk penentuan sub kriteria, dan level III untuk penentuan alternatif pilihan.

Pengolahan data kuesioner ini dengan menggunakan uji Cochran Q Test, sehingga elemen-elemen menjadi signifikan berdasarkan data responden ahli, kelengkapan kuisioner dapat dilihat pada lampiran I berupa kuisioner untuk responden ahli dan hasil pengolahannya.

Pada tahap selanjutnya yaitu penelitian utama dibuat kuesioner untuk perbandingan berpasangan di antara elemen pada masing-masing level.

Gambar 2. Diagram hierarki dan keputusan dengan pendekatan AHP

Dalam Gambar 2, diperlihatkan tampilan grafik hirarki dan keputusan analisis strategi dengan AHP.

Kuesioner yang telah dirancang selanjutnya digunakan pada tahap wawancara dengan  responden yang terkait. Data kuesioner diolah dengan pendekatan proses hierarki analitis (AHP), dengan menggunakan manipulasi matrik. Sebagai analisa pembanding digunakan aplikasi Expert Choice 2000.

Setelah melalui proses pengisian kuesioner oleh beberapa responden ahli, dan melalui perhitungan geometris penggabungan data responden diperoleh nilai bobot alternatif seperti yang disajikan pada grafik berikut:

Gambar 3. Nilai Bobot Global Prioritas Alternatif  berdasarkan Sasaran

Dalam Gambar 3, diperlihatkan hasil pengolahan data responden ahli diperoleh bahwa prioritas utama atau tertinggi alternatif penentuan jaringan komunitas sosial online yang mendukung pelaksanaan promosi pendidikan adalah Facebook dengan nilai bobot 0,648 atau sebanding dengan 64,8% dari total alternatif yang ditetapkan. Hasil nilai bobot alternatif ini ternyata sesuai dengan hipotesa yang dibuat. Kemudian  peringkat prioritas alternatif berikutnya adalah Twitter (nilai bobot 21,6%), dan peringkat prioritas terendah adalah Friendster (nilai bobot 13,5%).

Persepsi strategis ini memberikan implikasi bahwa penentuan jaringan komunitas sosial online Facebook sebagai jaringan komunitas sosial online yang mendukung pelaksanaan promosi pendidikan dan sesuai dengan mayoritas jawaban para responden berdasarkan kepada kriteria, sub kriteria dan alternatif yang dipilih oleh para responden.

IV. KESIMPULAN

Penelitian yang dilakukan mengenai Jaringan Sosial Online yang mendukung pelaksanaan promosi pendidikan menunjukkan bahwa Facebook merupakan jaringan komunitas sosial online yang dipilih oleh responden dan mempunyai nilai prioritas yang tertinggi berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan pendekatan Analytical Hierarchy Process-AHP.

V. DAFTAR PUSTAKA

[1]    Boyd, D (2002), Reflection on Friendster, Trust and Intimacy, School of Information Management & Systems. Diakses 16 November 2009, dari http://www.danah.org/papers/Ubicomp2003WorkshopApp2.pdf

[2]   Boyd, D (2005), Revenge of the Social Network: Lessons from Friendster. Diakses 1 Januari 2010, dari http://www.danah.org/papers/2005.0204.Stanford.txt

[3]    Java, Akshay; Finin, Tim ; Song, Xiaodan dan Belle Tseng (2007) Why We Twitter : Understanding Microblogging Usage and Communities. Diakses 1 Januari 2010, dari http://www.acm.org

[4]    L. Traud, Amanda; d. Kelsic, eric;  j. Muncha  peter dan Porter, Mason A. (2008). Community Structure in Online Collegiate Social Networks. Diakses 15 November 2009, dari http://www.amath.unc.edu/Faculty/mucha/Reprints/facebook.pdf

[5]     Swamynathan, Gayatri; Wilson, Christo; Boe ,Bryce;               h. Almerot, Kevin dan y. Zhao Ben (2008) Do Social Networks Improve e-commerce ? A Study on Social Marketplace. Diakses 16 November 2009, dari http://conferences.sigcomm.org/sigcomm/2008/workshops/wosn/papers/p1.pdf

[6]    Benevenuto, Fabricio; Rodrigues, Tiago; Cha, Meeyoung; dan Almeida, Virgilio (2009), Characterizing user behaviour in online social networks. Diakses 1 Januari 2010, dari http://an.kaist.ac.kr/~mycha/docs/imc126-benevenuto.pdf

[7]    Fenomena komunitas virtual dan manfaatnya untuk kehidupan sosial manusia. Diakses 15 November 2009, dari http://nchepznews.blogspot.com/2009/05/fenomena-komunitas-virtual-dan2450.html

[8]    Javan H.F (2009), Trend periklanan menggunakan situs jejaring sosial [social network sites], situs Facebook, diakses 15 November 2009, dari http://blog.unila.ac.id/vantheman/files/2009/06/trend-periklanan-menggunakan.pdf

[9]   Wikipedia (2010).  Information Technology. Diakses 14 Januari 2010, darihttp://en.wikipedia.org/wiki/Information_technology

[10] Kurnia, Deni. (20) Memilih Media Promosi yang efektif dan efisien. diakses 27 Januari 2010, dari http://dkoor.wordpress.com/2007/08/30/memilih-media-promosi-yang-efektif/

%d bloggers like this: